Berita Terbaru BPJS Kesehatan 2016

Berita Terbaru Iuran BPJS Kesehatan Naik 2016

Berita Terbaru BPJS Kesehatan 2016 – Berikut informasi tentang Iuran BPJS Kesehatan, iuran bpjs kesehatan untuk karyawan swasta, iuran bpjs ketenagakerjaan, iuran bpjs kesehatan 2016, iuran bpjs kesehatan mandiri, peraturan presiden tentang iuran bpjs kesehatan yang selalu kami update setiap hari.

Berita Terbaru Iuran BPJS Kesehatan Naik 2016. Informasi berita terbaru terkini hari ini pemerintah memutuskan menaikkan iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan nasional (JKN) yang sebelumnya Rp 19.225 menjadi menjadi Rp 23.000 per orang setiap bulan yang akan di berlakukan pada 2016.

Menteri Kesehatan (Menkes) Indonesia Nila F Moeloek mengatakan, meningkatnya tarif iuran PBI ini sudah disetujui Kementerian Keuangan.

Berita Terbaru Iuran BPJS Kesehatan Naik 2016. Kenaikan dilakukan karena besaran iuran yang hanya sebesar Rp 19.225 membuat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan selaku penyelenggara mengalami defisit anggaran. Peningkatan iuran dilakukan sebagai antisipasi melonjaknya masyarakat Indonesia yang sakit.

Jumlah kenaikan iuran BPJS bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada tahun anggaran 2016 naik menjadi Rp23 ribu per orang per bulan. Besaran kenaikan iuran bulanan BPJS Kesehatan salah satunya disebabkan oleh karena kondisi keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang mengalami defisit dalam satu tahun berjalan pelaksanaannya.

Sebelumnya usulan kenaikan Iuran BPJS Kesehatan tersebut dari yang semula berjumlah Rp19.225 itu akan dinaikan menjadi Rp27.500 per bulan artinya jika diprosentasekan naik menjadi 43 persen.

Sebenarnya pemerintah sudah berusaha untuk tetap menetapkan jumlah iuran bagi para peserta BPJS Kesehatan namun dilihat dari perhitungan akhir tahun 2015 pemerintah sendiri mengalami defisit anggaran mencapai Rp5,8 triliun.

Defisit anggaran yang berakibat pada kenaikan iuran tersebut juga menurutnya dikarenakan masih kurang sadarnya peserta BPJS kesehatan untuk taat tepat waktu dalam membayar iurannya.

Dengan kenaikan iuran tersebut juga, kedepannya baik peserta dan pihak pelayanan kesehatan d apat bekerja sama untuk mensukseskan program kesehatan yang dicanagkan oleh Presiden Joko Widodo.

Tarif BPJS Kesehatan Naik Per 1 April 2016

Berita BPJS Kesehatan Hari ini, lowongan bpjs kesehatan terbaru, berita kesehatan hari ini, perkembangan bpjs kesehatan, berita terbaru bpjs kesehatan Tarif BPJS Kesehatan Naik Per 1 April 2016.

Berita BPJS Kesehatan Hari ini Tarif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan naik mulai 1 April 2016. Kenaikan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 19 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Pasal 16 huruf F ayat (1), dijelaskan tarif terendah menjadi Rp 30.000 yang awalnya Rp 25.500.

BPJS Kesehatan akan memberlakukan tarif baru terhadap iuran peserta peserta mandiri. Kenaikan ini iuran telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Peraturan Presiden RI Nomor 19 tahun 2016 mengenai Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 tentang jaminan kesehatan nasional.

Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi mengungkapan, kenaikan iuran ini nantinya juga akan diiringi dengan tambahan fasilitas kesehatan yang akan di cover oleh BPJS Kesehatan. Masyarakatakan mendapatkan tambahan manfaat seiring dengan kenaikan tarif ini. Peserta kelas I dikenakan biaya menjadi Rp.80.000, perserta kelas II Rp.51.000, dan peseta kelas III Rp.30.000

Berikut perubahan tarif BPJS Kesehatan Naik Per 1 April 2016 :

  • Kelas III semula Rp 25.500 menjadi Rp 30.000
  • Kelas II semula Rp 42.500 menjadi Rp 51.000
  • Kelas I semula Rp 59.500 menjadi Rp 80.000

BPJS Kesehatan meminta masyarakat berpikir jernih dalam menyikapi kenaikan tarif ini. Di mana semangat kenaikan tarif ini demi Ketersediaan, Kelancaran, dan Keberlanjutan (3K) program jaminan kesehatan. Semuanya dilakukan dalam upaya penyempurnaan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bangsa di sektor kesehatan.

Lima hal yang perlu diketahui masyarakat perihal Perpres nomor 19 tahun 2016 yang merupakan perubahan dari Perpres nomo 12 tahun 2013 tersebut.

1. Penyesuaian iuran tidak berlaku untuk semua peserta. Hanya untuk mereka yang mampu, dari kategori Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PPBPU) dan Peserta Bukan Pekerja (PBP)
2. Iuran masyarakat miskin dan tidak mampu ditanggung pemerintah, sesuai UU BPJS. Bahkan saat ini sekitar 57 persen peserta BPJS Kesehatan (sekitar 92,3 juta) iurannya ditanggung pemerintah
3. Proporsi pembayaran iuran Pekerja Swasta tetap 1 persen dibayarkan oleh pekerja dan 4 persen oleh perusahaan
4. Perpres nomor 19 tahun 2016 bukan Perpres ‘Roro Jonggrang’. Perpres ini sudah dibicarakan selama 1 setengah tahun dan melibatkan berbagai pakar
5. Jenis manfaat yang ditanggung Jaminan Kesehatan tidak dikurangi. Peserta BPJS Kesehatan tetap bisa menerima manfaat ‘pengobatan mahal’ seperti pemasangan ring jantung dan cuci darah

Berita BPJS Kesehatan Hari ini. Perpres 19 ini tarif iuran Peserta Pekerja Swasta, buruh, PNS, TNI, Polri, tidak naik. Justru Perpres ini memberikan ruang untuk penambahan manfaat baru jaminan kesehatan bagi peserta yang antara lain meliputi pemeriksaan non emergensi di UGD, akupuntur medis pasca HTA, dan pelayanan KB.

Di tahun 2016, terdapat 3 fokus utama yang akan menjadi prioritas BPJS Kesehatan. Fokus Pertama adalah Sustainabilitas Keuangan, untuk menjamin keberlangsungan program JKN-KIS menuju cakupan semesta. Caranya melalui optimalisasi rekrutmen Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) dan peningkatan pengawasan kepatuhan, serta peningkatan upaya collecting iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan penguatan investasi.

Fokus kedua adalah Pemantapan layanan, dalam rangka meningkatkan kepuasan seluruh peserta. Caranya dengan memperkuat sistem pelayanan on line untuk peserta PPU, implementasi Coordination of Benefit (COB), perluasan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan (tingkat pertama dan lanjutan) khususnya optimalisasi peran Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai lini pelayanan tingkat pertama. Dan, fokus ketiga adalah Optimalisasi Revolusi Mental, yaitu dengan semakin meningkatkan integritas, etos kerja dan sosialisasi prinsip serta budaya bahwa dengan gotong royong maka target JKN-KIS menuju cakupan semesta untuk seluruh rakyat Indonesia akan lebih cepat tercapai.

Daftar BPJS Kesehatan Secara Online

Daftar BPJS Kesehatan Secara Online. Bagi masyarakat yang ingin melakukan pendaftaran BPJS Kesehatan tidak harus datang ke kantor untuk mendaftar. Pendaftaran dapat dilakukan dengan cara online melalui situs resmi BPJS di bpjs-kesehatan.go.id.

Setelah mendaftar selanjutnya, para peserta BPJS Kesehatan memiliki kewajiban untuk ikut membayar iuran sesuai dengan kelas yang telah dipilih pada saat mendaftar. Dalam hal ini terdapat tiga jenis pilihan kelas.

Kelas 1 dengan iuran Rp 80.000, kelas II dengan iuran sebesar Rp 51.000 dan untuk kelas III atau PBI dengan iuran sebesar Rp 25.500. Pada saat mendaftar peserta diharapkan memasukkan data sesuai dengan formulir yang telah disediakan. Setelah itu, para peserta juga akan mendapatkan Nomor Virtual Account yang nantinya digunakan untuk melakukan pembayaran pertama pada hari ke 14 setelah melakukan pendaftaran. Dan untuk para peserta mandiri tidak dapat melakukan pencetakan kartu sendiri.

Untuk hal ini peserta BPJS Kesehatan harus datang ke kantor untuk mendapatkan kartu yang biasanya. Kecuali untuk para badan usaha. Setelah pihaknya melakukan pengaktifan terhadap keanggotaannya, maka akan mendapatkan kartu id atau e-ID.

Kartu e-ID BPJS Kesehatan nantinya akan dikirimkan oleh pihak Administrasi BPJS Kesehatan melalui email. Dan kemudian dapat di unduh dan juga di cetak sendiri menggunakan kertas foto. Sedangkan untuk melakukan pendaftaran secara online, peserta dapat melihat pada halaman resmi situs BPJS Kesehatan. Atau langsung datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk menanyakan hal tersebut.

Berita Terbaru BPJS Kesehatan 2016 | ahwan | 4.5