Indonesia Menjadi Pemegang Saham Terbesar ke-8 di AIIB

Indonesia Menjadi Pemegang Saham Terbesar ke-8 di AIIB

Indonesia Menjadi Pemegang Saham Terbesar ke-8 di AIIB

Para wakil dari 57 negara hari Senin 29 juni 2015 kemarin hadir di Balai Agung Rakyat di Beijing untuk menandatangani persetujuan mendirikan Bank Investasi Infrastruktur Asia atau AIIB yang dipimpin China. Australia adalah negara pertama yang menandatangani persetujuan itu yang bertujuan menyediakan dana sampai 800 miliar dolar yang dibutuhkan Asia tiap tahun untuk membangun jalan raya, jaringan kereta-api, pelabuhan, telekomunikasi, energi dan berbagai proyek pembangkit tenaga listrik.

China menyediakan hampir 30 miliar dolar dari modal utama bank sebesar 100 miliar dolar dan memegang 25% hak suara. India menjadi pemodal kedua, disusul Rusia di tempat ketiga.

Pemerintah Indonesia akan mendaftar menjadi anggota pendiri AIIB dengan investasi US$672,1 juta yang akan dibayar selama lima tahun. Indonesia akan menjadi pemegang saham terbesar ke-8 di AIIB.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dijadwalkan untuk terbang ke Beijing untuk menandatangani perjanjian tersebut Senin. AIIB akan dibuka dengan modal terotorisasi $50 miliar, yang kemudian akan dinaikkan menjadi $100 miliar.

error: Content is protected !!