Menjelang Lebaran, Banyak Uang Palsu ditemukan di Jawa Tengah

Menjelang Lebaran, Banyak Uang Palsu ditemukan di Jawa Tengah

Menjelang lebaran, Bank Indonesia menemukan sebanyak 9.760 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

“Terjadi penurunan sekitar 95 persen dibanding periode sama tahun lalu,” tegas Kepala Kantor BI Cabang Jateng-DIY Iskandar Simorangkir  (10/7).

Untuk mengenali uang palsu, Iskandar menyatakan selain menggunakan teknik 3D (dilihat, diraba dan diterawang) ada teknik-teknik tertentu dari BI. Untuk mencegah maraknya terjadi uang palsu, BI memproduksi uang dengan fitur yang susah ditiru.

“Ada teknikal tertentu untuk mengenali uang palsu yang masuk di BI. Ciri-ciri uang palsu secara sederhana dengan melakukan 3D cukup efektif. Buat fitur uang yang susah ditiru tentunya. Sebenarnya kalau kita teliti, tidak mungkin dia bisa sama. Kecuali pabrik pencetak uangnya sendiri yang mengerti,” lanjutnya.

Jika masyarakat menemukan uang palsu langsung melaporkan ke pihak berwajib atau BI. Uang palsu ini menurut Iskandar peredarannya dengan berbagai cara. Salah satu cirinya adalah yang patut dicurigai adanya pembeli yang tanpa tawar menawar langsung melakukan transaksi dengan harga yang tinggi. Di Jateng, peredaran uang palsu di Indonesia berada di urutan ketiga setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.

error: Content is protected !!