Puasa Idul Adha dan Tahun Baru Islam berdasarkan Kalender Hijriyah

Puasa Idul Adha dan Tahun Baru Islam berdasarkan Kalender Hijriyah – Puasa Idul Adha dan Tahun Baru Islam berdasarkan Kalender Hijriyah 2017.

Idul Adha adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang atau di masjid, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.

Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Terkadang Idul Adha disebut pula sebagai Idul Qurban atau Lebaran Haji.

Penetapan Idul Adha

Bahwa bila umat Islam meyakini, bahwa pilar dan inti dari ibadah Haji adalah wukuf di Arafah, sementara Hari Arafah itu sendiri adalah hari ketika jamaah haji di tanah suci sedang melakukan wukuf di Arafah, sebagaimana sabda Nabi saw.:

“ Rasulullah saw. telah berpesan kepada kami agar kami menunaikan ibadah haji berdasarkan ru’yat (hilal Dzulhijjah). Jika kami tidak bisa menyaksikannya, kemudian ada dua saksi adil (yang menyaksikannya), maka kami harus mengerjakan manasik berdasarkan kesaksian mereka. ”
— HR Abu Dawud, al Baihaqi dan ad Daruquthni. Ad Daruquthni berkomentar, “Hadits ini isnadnya bersambung, dan sahih.”

Hadits ini menjelaskan: Pertama, bahwa pelaksanaan ibadah haji harus didasarkan pada hasil ru’yat hilal 1 Dzulhijjah, sehingga kapan wukuf dan Idul Adhanya bisa ditetapkan. Kedua, pesan Nabi kepada amir Makkah, sebagai penguasa wilayah, tempat di mana perhelatan haji dilaksanakan untuk melakukan ru’yat; jika tidak berhasil, maka ru’yat orang lain, yang menyatakan kesaksiannya kepada amir Makkah.

Bila di lihat dari tahun yang sebelumnya penetapan jadwal hari raya idul adha ada perbedaan, kemungkinan di tahun 2017 ini tidak akan berbeda dari penepatan tanggal dan harinya. Meskipun Pemerintah secara resmi belum menentukan kapan Hari Raya Idul Adha tahun ini? Bilamana hari raya idul adha 2017 muhammadiyah menggunakan Metode Wujudul Hilal, maka akan menetapkan hari lebaran qurban idul adha jatuh pada tanggal 1 September 2017 M. Tetapi jika ada perbedaan jatuhnya hari idul adha di tahun sekarang ini. mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang di harapkan, Amiin.

Niat Puasa Dzulhijjah Tarwiyah dan Arafah

Puasa Dzulhijjah yang biasa di laksanakan oleh umat muslim ada dua, yaitu Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah atau Tasu’a.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah dua hari sebelum hari Idul Adha, tepatnya tanggal 8 Dzulhijjah, sementara Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan sehari sebelum hari Idul Adha tepatnya tanggal 9 bulan Dzulhijjah.

Baik Puasa Tarwiyah maupun Puasa Tasu’a / Arafah hukumnya sunnah, yang artinya dilaksanakan akan mendapat pahala dan jika di tidak di laksanakan tidak apa-apa.

Sebenarnya Puasa Dzulhijjah disunnatkan mulai dari hari pertama bulan Dzulhijjah atau mulai dari tanggal 1 di bulan tersebut.

Niat Puasa Dzulhijjah Tarwiyah dan Arafah/Tasu’a

Niat Puasa Dzulhijjah tanggal 1 sampai tanggal 7

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Dibaca : “Nawaitu Shauma Syahri Dzilhijjati sunnatan lillahita’aala” Artinya Niat saya puasa bulan Dzulhijjah Sunnah karena Allah Ta’ala

Niat Puasa Dzulhijjah Tarwiyah tanggal 8 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Dibaca : “Nawaitu Shaumat Tarwiyata Sunnatan lillahita’aala” Artinya Niat saya berpuasa Tarwiyah Sunnah karena Allah Ta’ala.

Niat Puasa Dzulhijjah Arafah tanggal 9 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Dibaca : “Nawaitu Sahauma Arafata Sunnatan lillahita’aala” Artinya Niat saya puasa Arafah sunnah karena Allah ta’ala.

Untuk Do’a Buka puasa Dzulhijjah, sama saja dengan Doa buka puasa sunnah yang lainnya, yaitu :

“Allahumma lakshumtu wabika aamantu wa’alaa rizqi ka aftortu birohmatika yaa arhamarroohimiiin”