Sejarah Hari Anti Narkoba Internasional 26 Juni

Sejarah Hari Anti Narkoba Sedunia 26 Juni

Sejarah Hari Anti Narkoba Internasional 26 Juni – Sejarah Hari Anti Narkoba Internasional 26 Juni sedunia, Internasional atau HANI di peringati tgl 26 Juni.

Setiap tahun tepat pada tanggal 26 Juni berbagai negara dunia memperingati hari anti narkoba dengan slogan-slogan yang dirilis oleh Kantor PBB untuk Narkoba dan Kriminal (UNODC). Di hari ini dikaji berbagai kendala yang ada di bidang narkoba, langkah-langkah yang telah ditempuh berbagai negara untuk memerangi narkoba serta mekanisme untuk menyelesaikan kendala tersebut.

Hari Anti Narkoba Internasional diperingati oleh PBB untuk melawan penyalahgunaan obat-obatan dan penjualan obat secara ilegal. Peringatan ini dimulai pada 26 Juni 1988. Tanggal tersebut dipilih untuk memperingati pengungkapan kasus Lin Zexu berupa perdagangan opium di Humen, Guangdong, sebelum Perang Opium. Pencanangan tersebut berupa dikeluarkannya resolusi PBB 42/112 pada 7 Desember 1987.

Saat ini meski upaya luas masyarakat internasional untuk memerangi ancaman dan bahaya dari narkoba, namun berbagai bukti menunjukkan bahwa barang haram ini masih tetap menjadi ancaman utama bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat khususnya pemuda. Sementara itu, poin penting dari penentuan 26 Juni sebagai hari anti narkoba internasional adalah memperjelas perang terhadap penyebaran barang haram ini di dunia khususnya fenomena kecanduan dan dampak berbahaya lain dari narkoba.

Semua istilah ini, baik “narkoba” atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.

Meski konsumsi narkoba di setiap usia dapat berujung pada kencanduan, namun hasil riset menunjukkan bahwa semakin dini usia konsumen narkoba maka potensi untuk menjadi pencandu semakin besar pula. Oleh karena itu, jaringan narkoba internasional membidik pasar usia muda dan remaja di berbagai negara dunia. Ada sejumlah faktor yang mendorong seseorang untuk mengkonsumsi narkoba, mulai dari faktor biologi, penyakit mental, hubungan tak harmonis di keluarga, korban pelecehan seksual dan lain-lain.

Konsumsi narkoba selain menurunkan tingkat sensitifitas dan perasaan seseorang juga dapat merusak kehormatan serta sifat-sifat terpuji manusia. Kecanduan barang haram ini juga dapat merusak badan seseorang. Berbagai penyakit berbahaya seperti AIDS, Hepatitis dan tetanus sangat rentan bagi para pecandu narkoba. Tak hanya itu, narkoba juga menyebabkan penyakit kronis seperti sesak nafas, bronkitis, dan kerusakan pencernaan. Kecanduan juga menyebabkan tidur seseorang terganggu, kerusakan otak, daya ingat dan amnesia. Tak hanya itu, tingkat stress seseorang pun meningkat dan ratusan ancaman kejiwaan lainnya.