Shift Malam Bisa Mempengaruhi Tingkat Kesuburan Wanita

Shift Malam Bisa Mempengaruhi Tingkat Kesuburan Wanita

Shift Malam Bisa Mempengaruhi Tingkat Kesuburan Wanita – Studi terbaru mengungkapkan bahwa bekerja shift dapat meningkatkan risiko wanita mengalami masalah haid dan kesuburan dan risiko wanita menderita keguguran.

Data yang diambil dari lebih dari 119.000 wanita mengungkapkan bahwa mereka yang bekerja shift memiliki risiko 33 persen lebih tinggi mengalami masalah pada siklus menstruasi dan memiliki risiko 80 persen lebih tinggi mengalami masalah pada kesuburan.

Para peneliti menemukan bahwa wanita yang bekerja hanya malam hari tidak memiliki masalah pada siklus menstruasi atau kesuburan mereka, tetapi mereka memiliki peningkatan risiko keguguran. Salah satu penjelasan yang mungkin untuk temuan ini adalah bahwa bekerja menurut shift dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh.

“Temuan ini memiliki implikasi yang besar untuk wanita yang sedang mencoba untuk hamil,” tulis tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Linden Stocker, dari University of Southampton.

Shift Malam Bisa Mempengaruhi Tingkat Kesuburan Wanita. Sebuah organisasi nirlaba di Amerika Serikat, sekitar 70% orang Amerika kekurangan tidur yang memadai. Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa wanita dalam kelompok usia 30-60 tidur selama sekitar enam setengah jam, yang kurang sebagai durasi tidur pada wanita harus bervariasi antara 7 sampai 9 jam.

Ketidak seimbangan hormon telah terlihat pada wanita dengan pola tidur terganggu. Tidur memainkan peran penting dalam mengatur leptin, hormon yang meningkatkan ovulasi. Durasi tidur mempengaruhi tingkat leptin. Jadi ketika perempuan tidak mendapatkan cukup tidur, tingkat leptin menurun, yang menekan ovulasi, pada gilirannya, menyebabkan masalah kesuburan. Ovarium tidak bekerja dengan baik tanpa adanya leptin yang memadai yang dapat menyebabkan kesulitan dalam mendapatkan hamil. Progesteron, hormon folikel merangsang (FSH), dan estrogen adalah beberapa hormon lain yang terkait dengan kehamilan yang juga menurun akibat kurang tidur.

Perempuan yang melakukan kerja shift malam menghadapi masalah kesuburan. Bekerja shift malam biasanya menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi yang dapat membuat sulit untuk hamil. Bahkan satu studi menunjukkan bahwa secara konsisten bekerja dalam shift kuburan tidak hanya memiliki dampak negatif pada periode wanita, tetapi juga meningkatkan risiko keguguran.

Secara keseluruhan pasangan yang berjuang untuk hamil ketika mereka tidak mendapatkan cukup tidur. Maka kemungkinan untuk hamil sangat sulit, mengatur waktu untuk tidur sangat penting untuk meningkatkan kesuburan. Tidur yang cukup mungkin saja salah satu pengobatan infertilitas yang tepat untuk meningkatkan kesempatan Anda memiliki bayi.

Shift Malam Bisa Mempengaruhi Tingkat Kesuburan Wanita | zuanita | 4.5
error: Content is protected !!