Uang Palsu Banyak Beredar di Pasar Saat Ramadan

Uang Palsu Banyak Beredar di Pasar Saat Ramadan

Sejak Januari hingga Mei 2015, BI menemukan peredaran uang palsu senilai Rp 14,64 juta. Perputaran uang palsu itu ditemukan terutama di lingkungan pasar tradisional. Uang palsu yang beredar terdiri dari berbagai pecahan. Seperti pecahan Rp 100.000 sebanyak 92 lembar dengan nilai Rp 9,2 juta, pecahan Rp 50.000 sebanyak 108 lembar dengan nilai Rp 5,4 juta, dan pecahan Rp 20.000 dua lembar. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Dia mengingatkan pedagang teliti saat menerima pembayaran. Berdasarkan laporan uang palsu tersebut ditemukan kebanyakan beredar di pasar tradisional.

Cara pertama, untuk membedakan, uang asli warnanya lebih terang, sedangkan jika warnanya buram, biasanya palsu. Selanjutnya, di pojok kanan bawah terdapat optical variabel ink (OVI). OVI ini jika diperhatikan dari sudut pandang yang berbeda akan berubah warna dari warna hijau ke magenda. Sedangkan di sisi belakang uang asli pasti ada benang pengaman yang ditanam dalam uang.

Cara kedua, uang kertas yang asli apabila diraba pada bagian angka, huruf, dan gambar pahlawan akan terasa kasar. Biasanya, uang palsu jika diraba terasa licin.

Cara ketiga, uang asli jika diterawang pada sebelah kanan terdapat gambar pahlawan, kemudian di bawah nilai nominal juga terdapat lingkaran bertuliskan Bank Indonesia.